Beberapa
waktu yang lalu dengan sengaja saya meminta salah seorang peserta didik saya
untuk membeli 1 Pack Pensil, kemudian dia bertanya “ untuk apa pensil ini Kak
Hady ?? “ saya pun menjawab “ untuk Dipatahkan, dipatahkan hanya dengan
menggunakan jari telunjukmu “, serontak dia kaget dan berkata bahwa saya ini
aneh, memang ada yang aneh dari saya atau kata – kata saya??, bagi saya menjadi
suatu yang patut dimaklumi ketika dia berfikir bahwa saya aneh, gila dan nyeleneh.
Dia
berfikir bahwa tindakan saya tidak masuk akal dan akan gagal, bahkan akan
menimbulkan masalah kalau hal itu benar – benar dilakukan, “ KITA AKAN BUKTIKAN
BAHWA KITA BISA “ hanya itu yang bisa saya ucapkan kala itu. Selintas teringat
pada buku yang ditulis oleh Adi W Gunawan yang pernah saya baca 2008 lalu “ THE SECRET OF MINDSET “ bahwasanya kita adalah apa yang kita fikirkan, Allah itu maha
dari segala galanya, Allah menciptakan kita lebih dari apa yang kita fikirkan,
kita mempunyai kemampuan lebih dari apa yang kita fikirkan, hanya saja kita
masih berfikir “ya seginilah kemampuan saya, ya inilah saya, apa boleh buat kemampuan
saya hanya sebatas ini” tanpa kita
sadari semua itu terjadi karena kita terlalu nyaman dengan semua kelemahan kita
tanpa kita berfikir ada hal lain yang luar biasa dalam diri kita.
Tepat
pada malam 28 Desember 2013 saya kumpulkan seluruh peserta didik saya yang
telah kelelahan karena berjalan kaki sejauh 25Km itu untuk membuktikan apa yang
telah saya ucapkan pagi tadi, dengan satu relawan putri yang sangat kelelahan
pada saat itu, satu batang pensil, akan saya buktikan bahwa salah satu dari
mereka dapat mematahkan pensil itu dengan jari telunjuknya. Benar saja gagal
dan rasa sakit yang dia dapatkan setelah berusaha memotong pensil dengan satu
jari telunjuk itu, ada yang salah, ada hal yang belum dilakukan sebelum memotong pensil itu dengan jari bukan tenaga
dalam, bukan ilmu kebal tapi yakin, keyakinan bahwa kita adalah apa yang kita
fikirkan keyakinan bahwa kekuatan kita lebih dari pada itu keyakinan untuk
focus memotong batang pensil dengan satu jari dengan semua kemampuan terhebat
kita. Ketika keduakalinya dilakukan dengan penuh keyakinan, batang pensil
itupun patah bahkan dengan mudahnya dia memotong batang pensil dengan satu
jarinya tanpa merasakan sakit. Yah… itulah sebenarnya kita, hebat, lebih dari
apa yang kita fikirkan selama ini.
Terkadang
sebagai manusia berfikir seolah terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua
kelebihan kita. Lebih sering kita menelan mentah –mentah apapun vonis yang
ditunjukkan orang – orang kepada kita tanpa berfikir benarkah kita selemah dan
separah itu?? Bahkan lebih parahnya lagi kita lebih percaya dengan apa yang
orang lain katakana dari pada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah
kita bertanya pada nurani bahwa kita bisa “melompat lebih tinggi dan lebih
jauh” tidakkah kita ingin membebaskan diri agar kita bisa mencapai yang selama
ini kita anggap diluar batas kemampuan kita??. Sebagai manusia, kita beruntung
sekali dibekali Allah kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu
saja pada apa yang kita alami. Karena itu teruslah berusaha mencapai apapun
yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila kita sudah sampai
dipuncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.
2 komentar:
wah postingannya hebat gan,,tapi kok agak ada temen2 yg tau komen ya gan??
apa itu karana mereka berpikir tidak bisa dan tidak mau nyoba hal baru,,jadi ttep segitu aja pengalaman n kemampuan mereka??
pada bingung mau koment dimana katanya om..
hehehe
Posting Komentar