" Kasih ibu
Kepada
beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya
memberi
Tak harap kembali
Tak harap kembali
Bagai
sang dunia
Menghisap
rokok surya”
Arrgghhhh!!!!! Seperti ada yang janggal dari lirik
lagunya, ketika saya menoleh kebelakang ternyata dua orang anak sekolah dasar
sedang bernyanyi asik dengan lirik lagu itu. Tanpa merasa berdosa mereka
menyanyikan lagu itu berulang – ulang sambil tertawa kegirangan, lantas sambil
menoleh kebelakang saya mencoba membetulkan lirik lagu yang mereka nyanyikan
sambil bernyanyi dengan nada yang sama, tiba – tiba salah satu dari mereka
berteriak ( dengan muka polos ) “ om, om, salah lagunya yang benar bagai sang dunia menghisap rokok surya,
bukan bagai sang surya menyinari dunia, om salah, om tidak pernah sekolah
ya??” ( walah kok jadi aku yang salah ? ) sambil tertawa sayapun berfikir, apa
jadinya kalo seisi dunia ini bersama – sama menghisap rokok surya??.
Kisah diatas adalah salah satu contoh murid masa kini,
entah si pengasuh yang salah, atau mereka yang memang salah asuhan, tapi yang jelas
lirik lagu itu sepertinya memang
menggambarkan sisi lain dari sebagian kecil peserta didik yang ada di
daerah ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sore hari ketika saya hendak
jalan – jalan ke pasar dengan mengendarai motor tiba –tiba ada dua orang anak
kecil yang tiba – tiba melambaikan tangannya sambil berkata “ om ojek kah??
Bisa antar saya ke kwamki lama om nanti saya kasi om 15. 000,- tapi kita mampir
ambil uang dulu om “ tanpapikir panjang saya langsung saja menyuruh mereka
untuk naik, bukan masalah uangnya
terlebih karena mereka anak kecil yang kisaran umurnya delapan –sembilan taun
minta antar ke kwamki lama dimana ojek jarang dan enggan untuk masuk ke area
itu karena rawan perang dan perampasan.
Setelah sampai di satu tempat, salah satu dari mereka
turun pamit untuk mengambi luang dan membeli sesuatu, taklama kemudian anakitu
kembali datang, herannya dia datang sambil memegang sebatang rokok yang sudah
dibakar dengan santai dia hisap seperti memang sudah terbiasa merokok, itu saja
belum membuat saya heran, yang membuat saya semakin heran setelah anak kedua
anak itu kembali naik keatas motor ada kantong plasti yang mereka bawa dan
ternyata berisi tiga botol bir ber merek B*****G, ketika saya Tanya “ adek itu minuman
buat apa??, buat diminum om, siapa yang minum??, kita orang ini mau minum om (
sambilmengunyah pinang di mulutnya sambil menghisap rokok yang ternyata itu
rokok S***A ) “ dengan nada santai mereka sambil bercerita kalau mereka baru
saja menang Judi ( saya juga tidak tauitu judi apaan ). Nah berdasarkan
pengalama priadi yang kedua jadi ingat dengan lirik yang dinyanyikan dua orang
anak waktu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar