Kamis, 01 Mei 2014

Salah Asuhan


" Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang dunia
Menghisap rokok surya”

            Arrgghhhh!!!!! Seperti ada yang janggal dari lirik lagunya, ketika saya menoleh kebelakang ternyata dua orang anak sekolah dasar sedang bernyanyi asik dengan lirik lagu itu. Tanpa merasa berdosa mereka menyanyikan lagu itu berulang – ulang sambil tertawa kegirangan, lantas sambil menoleh kebelakang saya mencoba membetulkan lirik lagu yang mereka nyanyikan sambil bernyanyi dengan nada yang sama, tiba – tiba salah satu dari mereka berteriak ( dengan muka polos ) “ om, om, salah lagunya yang benar bagai sang dunia menghisap rokok surya, bukan bagai sang surya menyinari dunia, om salah, om tidak pernah sekolah ya??” ( walah kok jadi aku yang salah ? ) sambil tertawa sayapun berfikir, apa jadinya kalo seisi dunia ini bersama – sama menghisap rokok surya??.

            Kisah diatas adalah salah satu contoh murid masa kini, entah si pengasuh yang salah, atau mereka yang memang salah asuhan, tapi yang jelas lirik lagu itu sepertinya memang  menggambarkan sisi lain dari sebagian kecil peserta didik yang ada di daerah ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sore hari ketika saya hendak jalan – jalan ke pasar dengan mengendarai motor tiba –tiba ada dua orang anak kecil yang tiba – tiba melambaikan tangannya sambil berkata “ om ojek kah?? Bisa antar saya ke kwamki lama om nanti saya kasi om 15. 000,- tapi kita mampir ambil uang dulu om “ tanpapikir panjang saya langsung saja menyuruh mereka untuk  naik, bukan masalah uangnya terlebih karena mereka anak kecil yang kisaran umurnya delapan –sembilan taun minta antar ke kwamki lama dimana ojek jarang dan enggan untuk masuk ke area itu karena rawan perang dan perampasan. 

            Setelah sampai di satu tempat, salah satu dari mereka turun pamit untuk mengambi luang dan membeli sesuatu, taklama kemudian anakitu kembali datang, herannya dia datang sambil memegang sebatang rokok yang sudah dibakar dengan santai dia hisap seperti memang sudah terbiasa merokok, itu saja belum membuat saya heran, yang membuat saya semakin heran setelah anak kedua anak itu kembali naik keatas motor ada kantong plasti yang mereka bawa dan ternyata berisi tiga botol bir ber merek  B*****G, ketika saya Tanya “ adek itu minuman buat apa??, buat diminum om, siapa yang minum??, kita orang ini mau minum om ( sambilmengunyah pinang di mulutnya sambil menghisap rokok yang ternyata itu rokok S***A ) “ dengan nada santai mereka sambil bercerita kalau mereka baru saja menang Judi ( saya juga tidak tauitu judi apaan ). Nah berdasarkan pengalama priadi yang kedua jadi ingat dengan lirik yang dinyanyikan dua orang anak waktu itu.

Tidak ada komentar:

Voice Clarity di Windows 11

Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Voice Clarity dalam perilisan Windows 11 Insider Build 26040. Awalnya, fitur ini eksklusif untuk...