Mulutku
melantur-lantur bebas, berbicara menurut pendapatku sendiri, karena patuh pada
aturan-aturan organisasi. Di sinilah aku kehilangan semangat intelektual,
disinilah ketika aku mulai berfikir lebih jauh, menentukan pilihan hidupku
sendiri “ menjadi diri sendiri atau menjadi seperti yang orang lain inginkan,
pilihan yang sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang, namun kembali lagi pada
prinsip “ pelaut yang tangguh tidak terlahir dari lautan yang tenang” bukan
saya ketika merasakan kesulitan untuk memilih, bagi saya adalah pilihan yang
mudah, inilah hasil dari apa yang saya dapatkan selama ini karena gemblengan
senior saya, Prinsip Penegak darah Jawa
Timur yang pantang untuk mundur, ya sama halnya dengan pilihan yang sekarang
berada di kedua telapak tangan saya,
saya pun harus tetap maju tanpa harus menoleh kembali kebelakang karna
ragu.
Karena
manusia itu punya tujuan hidup masing –masing,apa yang ada didepan kita, kita
juga tidak tau, apa yang akan terjadi esok kita juga tidak tau, yang bisa kita
lakukan saat ini adalah berusaha lantas berdoa meminta Ridha pada Yang Maha
Kuasa, sebenarnya “ Tidak pernah ada pilihan yang salah dalam hidup, yang ada
hanyalah bagaimana cara kita untuk memaksimalkan pilihan hidup kita “ denagn
cara kita sendiri,dengan belajar dari kehidupan kita, maupun sedikit referensi
dari kehidupan orang disekitar kita.
Heran
rasanya ketika orang – orang menghujat bahkan mengatakan hal yang tidak sesuai
dengan realita, “ GARIS TANGAN KITA MASING - MASING BERBEDA” ketika kita lihat
garis yang ada pada telapak tangan kita masing – masing akan berbeda satu
dengan yang lain, Takdir dari tuhan bahwa kehidupan manusia didunia itu tidak
ada yang sama persis, melihat kembali garis yang ada pada telapak tangan kita,
sebagian besar garis tangan yang kita genggam adalah penanda bahwa hidup ada
ditangan kita bukan pada orang lain, tapi tetap harus kita sadar ada garis yang
tidak bisa kita genggam dalam satu genggaman, itulah takdir Tuhan yang tidak
bisa kita sangkal, garis yang dimana kita sendiri tidak bisa menafsirkannya,
garis dimana sudah diluar batas kemampuan kita. Sebagai manusia yang berfikir,
bertuhan kita yakinkan, hidup, usaha adalah kita yang tentukan, tetapi
Ketetapan Tuhan itu mutlak, Tetap berusaha dan tawakkal karena statuskita hanyalah seorang Hamba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar