Senin, 23 Desember 2013

Pertanyaan Bodoh ya Dijawab Dengan Jawaban Bodoh


Belakangan ini  dunia pendidikan serasa makin aneh saja, setelah beberapa waktu yang lalu keponakan dan tetangga saya yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Dasar  mendapatkan tugas mencari cerita serta mencari gambar dari internet, bagi saya adalah hal aneh untuk tugas yang diberikan kepada mereka, mengapa tidak?? Karena di sekolah tersebut tidak ada jaringan internet, bukan hanya itu, fasilitas seperti komputer sebagai media pendidikan yang seharusnya di berikan sebagai mediabelajar untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik yang seharusnya di perkenalkan ataupun di ajarkan sebelum mereka mendapat tugas  pun tidak ada.

Tetap pada prinsip pribadi saya “ Pertanyaan bodoh ya harus dijawab dengan jawaban bodoh begitupun dengan Perintah Bodoh ya juga Harus Dilakukan Dengan Tindakan Bodoh “, peserta didik yang bersekolah di Sekolah Dasar itu Rata – Rata berasal dari kampong saya yang umumnya adalah masyarakat awam technology, ya maklumlah masyarakat migrasi dari Kabupaten sebelah yang pelosok dan, berawal dari para orang tua Siswa yang datang kerumah silih berganti pada malam itu untuk meminta bantuan mencarikan tugas yang diberikan kepada anak mereka dari Sekolah tersebut, kebetulan tugas yang diberikan oleh guru mereka adalah mencari gambar – gambar burung, di Print Out dan di kumpulkan esok harinya, tidak banyak pikir buat saya, “ pertanyaan bodoh ya harus di jawab dengan jawaban Bodoh pula “ langsung saja saya carikan mereka gambar – gambar burung dengan berbagai macam keanehan burung tersebut, mulai dari Dog Bird ( burung berkepala anjing), Cat Bird ( Burung berkepala Kucing) sampai dengan People Bird ( Burung berkepala orang ), dengan maksud memancing respon tenaga pendidik itu seperti apa tanggapannya terhadap tugas yang telah dikumpulkan Siswa – siswanya, beberapa kali saya tanyakan kepada tetangga saya yang telah mengumpulkan tugas itu ternyata tidak ada teguran sama sekali dari guru  mereka terhadap tugas yang mereka kumpulkan.

Sesekali saya berfikir, jangan – jangan guru yang memberikan tugas tersebut kepada peserta didik mereka hanya formalitas belaka untuk melunturkan kewajiban tuntutan kurikulum dan merekapun belum tentu paham cara mengoperasikan computer apalagi internet ( mudah – mudahan saya salah ).

Bagi para orang tua di kampung saya jangankan faham, melihat perangkat internetpun mereka tidak pernah lantas bagaimana mereka bisa mengawasi anak – anakmereka saat mencari tugas di internet??, lantas bagaimana jika anak –anak mereka menyempatkan diri melihat situs yang berbau pornografi dan pornoaksi??, ini perlu dikaji ulang, melihat mayoritas orang tua siswa yang duduk di bangku SD yang diminta gurunya untuk mencari bahan di internet dan orang tuapun tidak paham dengan internet itu sendiri. “Pertanyaannya sekarang, apakah perlu anak – anak yang disuruh membuat bahan cerita harus mencari di internet. Kenapa tidak dibiarkan anak –anak bercerita sesuai dengan alamnya dan justru bisa mengimprovisasi kemampuan daya nalar dan visualisasi mereka, daripada menyontek di dunia maya?”

Mestinya guru mendampingi anak –anak terutama yang masih duduk di Sekolah Dasar ini untuk mencari data – data yang dimaksud, atau menyediakan sarana di sekolah yang sudah di Blok situs – situs yang tidak layak mereka ketahui , sehingga orang tua tidak khawatir dan anak –anak yang tidak mampu tidak perlu lagi menyewa internet di Warung Internet.


3 komentar:

Unknown mengatakan...

asyik banget ni gan bahasannya kali ini,,
sebenarnya kejadian kayak gitu sudah lama ada dan memang tidak nyambung sama sekali dengan nalar orang2 waras yg "mengerti" dan juga "memahami" kemudian "melaksanakan"nya,,
tugas itupun sebenarnya hanya usaha untuk sok "Ngiptek" dengan segala kelemahan yang ada agar terlihat lebih "keren" n "bermutu" pendidikan yg diberikan guru2 di sekolah,,padahal TIDAK KEREN n BERMUTU sama sekali
nah dari sini qta kan bisa narik "benang merah" dari sejarah kependidikan di negara ini, toh bapak Pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara udah buat sistem Among dg 3 isinya yg ternyata saat ini meski para guru sekalipun kalo ditanya InsyaALLAH hanya sebagian kecil saja yg tau dan mengerti dan sedikit lagi yg menggunakannya,,

Blackroses mengatakan...

Ehem ini maksudnya apa ya???? "ya maklumlah masyarakat migrasi dari Kabupaten sebelah yang pelosok"
ehem ehem (-_-"?

Abdul Hadi mengatakan...

realita nih, kamu termasuk nona EMil???
wkwkwk

Voice Clarity di Windows 11

Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Voice Clarity dalam perilisan Windows 11 Insider Build 26040. Awalnya, fitur ini eksklusif untuk...