Belakangan
ini dunia pendidikan serasa makin aneh saja, setelah beberapa waktu yang
lalu keponakan dan tetangga saya yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Dasar
mendapatkan tugas mencari cerita serta mencari gambar dari internet, bagi
saya adalah hal aneh untuk tugas yang diberikan kepada mereka, mengapa tidak??
Karena di sekolah tersebut tidak ada jaringan internet, bukan hanya itu,
fasilitas seperti komputer sebagai media pendidikan yang seharusnya di berikan
sebagai mediabelajar untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik yang
seharusnya di perkenalkan ataupun di ajarkan sebelum mereka mendapat tugas
pun tidak ada.
Tetap
pada prinsip pribadi saya “ Pertanyaan bodoh ya harus dijawab dengan jawaban
bodoh begitupun dengan Perintah Bodoh ya juga Harus Dilakukan Dengan Tindakan
Bodoh “, peserta didik yang bersekolah di Sekolah Dasar itu Rata – Rata berasal
dari kampong saya yang umumnya adalah masyarakat awam technology, ya maklumlah
masyarakat migrasi dari Kabupaten sebelah yang pelosok dan, berawal dari para
orang tua Siswa yang datang kerumah silih berganti pada malam itu untuk meminta
bantuan mencarikan tugas yang diberikan kepada anak mereka dari Sekolah
tersebut, kebetulan tugas yang diberikan oleh guru mereka adalah mencari gambar
– gambar burung, di Print Out dan di kumpulkan esok harinya, tidak banyak pikir
buat saya, “ pertanyaan bodoh ya harus di jawab dengan jawaban Bodoh pula “
langsung saja saya carikan mereka gambar – gambar burung dengan berbagai macam
keanehan burung tersebut, mulai dari Dog
Bird ( burung berkepala anjing), Cat
Bird ( Burung berkepala Kucing) sampai dengan People Bird ( Burung berkepala orang ), dengan maksud memancing
respon tenaga pendidik itu seperti apa tanggapannya terhadap tugas yang telah
dikumpulkan Siswa – siswanya, beberapa kali saya tanyakan kepada tetangga saya
yang telah mengumpulkan tugas itu ternyata tidak ada teguran sama sekali dari
guru mereka terhadap tugas yang mereka kumpulkan.
Sesekali
saya berfikir, jangan – jangan guru yang memberikan tugas tersebut kepada
peserta didik mereka hanya formalitas belaka untuk melunturkan kewajiban
tuntutan kurikulum dan merekapun belum tentu paham cara mengoperasikan computer
apalagi internet ( mudah – mudahan saya salah ).
Bagi
para orang tua di kampung saya jangankan faham, melihat perangkat internetpun
mereka tidak pernah lantas bagaimana mereka bisa mengawasi anak – anakmereka
saat mencari tugas di internet??, lantas bagaimana jika anak –anak mereka
menyempatkan diri melihat situs yang berbau pornografi dan pornoaksi??, ini
perlu dikaji ulang, melihat mayoritas orang tua siswa yang duduk di bangku SD
yang diminta gurunya untuk mencari bahan di internet dan orang tuapun tidak
paham dengan internet itu sendiri. “Pertanyaannya sekarang, apakah perlu anak –
anak yang disuruh membuat bahan cerita harus mencari di internet. Kenapa tidak
dibiarkan anak –anak bercerita sesuai dengan alamnya dan justru bisa
mengimprovisasi kemampuan daya nalar dan visualisasi mereka, daripada menyontek
di dunia maya?”
Mestinya
guru mendampingi anak –anak terutama yang masih duduk di Sekolah Dasar ini
untuk mencari data – data yang dimaksud, atau menyediakan sarana di sekolah
yang sudah di Blok situs – situs yang tidak layak mereka ketahui , sehingga
orang tua tidak khawatir dan anak –anak yang tidak mampu tidak perlu lagi
menyewa internet di Warung Internet.
3 komentar:
asyik banget ni gan bahasannya kali ini,,
sebenarnya kejadian kayak gitu sudah lama ada dan memang tidak nyambung sama sekali dengan nalar orang2 waras yg "mengerti" dan juga "memahami" kemudian "melaksanakan"nya,,
tugas itupun sebenarnya hanya usaha untuk sok "Ngiptek" dengan segala kelemahan yang ada agar terlihat lebih "keren" n "bermutu" pendidikan yg diberikan guru2 di sekolah,,padahal TIDAK KEREN n BERMUTU sama sekali
nah dari sini qta kan bisa narik "benang merah" dari sejarah kependidikan di negara ini, toh bapak Pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara udah buat sistem Among dg 3 isinya yg ternyata saat ini meski para guru sekalipun kalo ditanya InsyaALLAH hanya sebagian kecil saja yg tau dan mengerti dan sedikit lagi yg menggunakannya,,
Ehem ini maksudnya apa ya???? "ya maklumlah masyarakat migrasi dari Kabupaten sebelah yang pelosok"
ehem ehem (-_-"?
realita nih, kamu termasuk nona EMil???
wkwkwk
Posting Komentar