Setiap orang pasti mempunyai mimpi,
siapapun dia, hanya orang gilalah yang enggan berangan dan bermimpi.Mimpi itu
kadang tidak timbul secara instan, mimpi itu kadang datang ketika kita
mendapatkan pengalaman baru, peristiwa baru dan mungkin setelah melihat sosok
inspiratif yang tanpa sengaja kita temui.
Katakanlah saya ini Hady, yang
orang orang di desa memanggil saya dengan sebutan DUL HEDI, lengkapnya ya ABDUL
HADI biasalah orang desa pandai sekali kalau memotong nama orang, nama itu saya
dapatkan 24 tahun yang lalu dari kedua orang tua saya yang dari dulu hingga
sekarang profesinya hanyalah petani mereka sosok yang luar biasa meskipun di
bulan ke 7 setelah kelahiran saya ternyata mereka menyerahkan saya kepada
sodara mereka untuk mengasuh saya, dengan alasan karna sodara mereka itu hanya
mempunyai satu anak perempuan dan ingin sekali memiliki anak laki – laki.
Tapi bagiku
merekalah pahlawanku, bagaimanapun aku adalah darah mereka, darah petani, darah
masyarakat desa dan juga darah mental tanpa putus asa. Mimpi itu mulai terasa
nyata seakan mau keluar dan membludak dari otak dan hati ini, mimpi seorang
pelajar yang ingin mencari batu loncatan agar bisa menjadi seperti seorang Rifa’i
Azar.Rifa’i panggilannya adalah orang pertama yang menginspirasiku, dia adalah kakakku sendiri yang dengan semua mimpi mimpinya dia dapat meneruskan pendidikannya sampai ke Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di iIndonesia timur “ janjiku Aku tidak Akan berhenti disini sebelum jalan – jalan desa yang pelosok ini Aku jadikan Jalan aspal dengan usahaku sendiri “ itulah janji nya, ya meskipun sampai sekarang belum terealisasi Pasca dia lulus kuliah, dialah yang menginspirasiku ketika aku sudah tidak mau lagi meneruskan studi, dia selalu berkata “ Himaturrijal Tahdimul Jibal “ Angan Seorang laki – laki itu bisa menembus Gunung “ itu hanya angan saja bisa menembus gunung katanya, bagaimana lagi ketika seorang laki – laku melakukan tindakan – tindakan nyata?? Jangankan gunung, bumipun bisa ditembus, itu kata –kata yang sampai saat ini tidak pernah aku lupakan, hingga akhirnya akupun meneruskan niat kecilku untuk sekolah disalah satu sekolah negeri di Bangkalan.
2008
adalah tahun dimana aku merasakan sedikit bagian pengalamanku di dunia luar. Pramuka,
ya PRAMUKA inilah awal dari semuanya disinilah beberapa sosok inspiratif
lainnya yang aku dapatkan dan
hingga hari ini beliau – beliaulah yang tetap
menjadi inspirasiku, 2008, Bumi perkemahan Marinir, Karangpilang, Surabaya pada
kegiatan perkemahan Akbar yang diadakan oleh KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA
JAWA TIMUR, tidak tau kenapa sosok itu tiba – tiba berada didepanku, Zamzami
Sabiq yang ternyata juga darah Madura asal pamekasan, tidak terlalu tinggi dan
kulit sawo matang pada saat itu, dia tidak banyak bicara, sebentar aku
berpaling dia sudah lenyap dari hadapanku, aku mengaguminya sampai scraft dan
spidol yang ada di tanganku ini tak sempat aku tunjukkan kepadanya untuk
meminta tanda tangan, aku mengaguminya.
hingga hari ini beliau – beliaulah yang tetap
menjadi inspirasiku, 2008, Bumi perkemahan Marinir, Karangpilang, Surabaya pada
kegiatan perkemahan Akbar yang diadakan oleh KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA
JAWA TIMUR, tidak tau kenapa sosok itu tiba – tiba berada didepanku, Zamzami
Sabiq yang ternyata juga darah Madura asal pamekasan, tidak terlalu tinggi dan
kulit sawo matang pada saat itu, dia tidak banyak bicara, sebentar aku
berpaling dia sudah lenyap dari hadapanku, aku mengaguminya sampai scraft dan
spidol yang ada di tanganku ini tak sempat aku tunjukkan kepadanya untuk
meminta tanda tangan, aku mengaguminya.
Zamzami
Sabiq yang pada saat itu Sebagai Ketua Dewan Kerja Daerah Jawa Timur, tersohor
namnya, yang konon dia terpilih Menjadi ketua karena Kecerdasannya,
Keberaniannya dalam setiap langkah mengambil keputusan, pola fikir yang global
meskipun tidak sedikit orang yang tidak suka dengan pola fikirnya. Madura, Aku
masih terus berbangga ada sosok Pemuda Madura yang seperti itu, dia inspirasiku
memperkuat langkah dan hatiku ketika dia berkata “ Selama Kamu Benar, Terobos
saja orang – orang yang menghalangimu “ saat itu juga, bagai daun meja yang
mendapatkan 1 lagi penopang kakinya, aku semakin yakin dengan kata – kata itu.
Disamping
itu sosok penyeimbang dengan sikap-sikap dia yang berani menerobos apapun, ternyata Allah maha adil
semuanya disediakan berpasang pasangan, dengan badan yang gagah, postur tubuh
sempurna namun dengan intonasi kata demi kata yang selalu tertata. Kak Karno
aku memanggilnya, sesuai dengan nama aslinya Wahyudi Soekarno, dia juga mengisi
salah satu daftar sosok inspirasiku, motivator, yang juga ketika memberi motivasi
dalam ucapannya membuat aku harus berfikir ekstra untuk mengunyah sampai hancur
pesan – pesan tersiratnya, Wahyudi Soekarno hanya dialah yang selalu membuat
fikiranku semakin tajam, dia punya segalanya yang aku inginkan selama ini,
sosok yang berwibawa, dan sosok yang dimana batinku selalu menerimanya dalam
setiap ucapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar