
Selesai
ujian sekolah , Ketika kalian pulang kerumah pertanyaan apa yang sering ditanyakan
oleh orang tua kalian?? “ bagaimana ulangan hari ini??, berapa nilai yang sudah
kamu dapat nak??”, belakangan ini orang tua lebih senang ketika anaknya menjadi
juara kelas, lebih suka anaknya ketiaka mereka menjadi anak yang penurut dan
berdiam dirumah tanpa melakukan apa – apa kecuali belajar, les dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan akademik sekolah.
Jarang
sekali kita berjumpa dengan orang tua yang menanyakan “ kebaikan apa hari ini
yang telah kamu lakukan??” hal yang seperti ini kian langka kita temukan, entah
kenapa, apa mungkin sudah tidak bermanfaat lagi ketika anak mereka menjadi
pahlawan bagi teman – teman mereka, atau mungkin orang tua merasa tindakan
Prososial anak – anak mereka tidak akan berpengaruh pada nilai akademis dan masadepan
anak – anak mereka untuk sukses??
Jadi
jangan heran kalau sekarang semuanya harus diukur dengan angka, sehingga ketika
mereka dewasapun mereka akan mencari angka yang setinggi – tingginya, kalau
bisa segala carapun menjadi halal untuk mendapatkan itu, lantas akan seperti
apa jadinya generasi muda 20 tahun yang akan datang jika tidak diimbangi dengan
sikap Prososial atau kecerdasan Sosial dan emosional??
Sepertinya,
kesuksesan tidak ditentukan oleh prestasi di sekolah. Ketika duduk di bangku
sekolah, kita sebagai siswa dijejali dengan sejumlah teori, yang diharapkan
dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Pendidikan formal memang pada
kenyataannya lebih menekankan pada proses pemintaran secara teori. Namun,
ketika masuk dalam aplikasi kehidupan nyata, keadaan bisa berubah, dan tidak
selamanya teori sejalan dengan kondisi lapangan. Selalu ada faktor “x” yang
menentukan kesuksesan seseorang diluar kemampuan akademisnya.
Dari
sinilah muncul istilah emosional quetion (EQ) atau kecerdasan emosional, yang
tak kalah penting dari IQ atau kecerdasan intelektual. Para psikolog pendidikan
dan ilmu sosial bahkan memberi rung besar pada sistem pendidikan terhadap
kecerdasan emosional, kecerdasan melihat dan menangani situasi, maupun
kecerdasan sosial atau kepintaran bergaul. Sukses dalam kehidupan itu
memang tidak semata mata ditentukan oleh cemerlangnya nilai akademis, tapi
bagaimana seseorang itu dapat menggabungkan semua ilmu dan keahlian
sehingga menjadi pribadi yang mumpuni.
Lalu
darimana kita akan mendapatkan nilai – nilai dari Kecerdasan Sosial ( SQ ),
Kecerdasan Emosional ( EQ)serta perilaku Prososial untuk kehidupan sehari –
hari kita??
1 komentar:
Makanya itu paradigma orang tua hanya melihat output dari anak tersebutt...
tidak melihat inputnya gmnaa....
g' tanya rajin belajar gak.. ato pulang diberi senyuman manis..
enakkan dikasih makan siangg.....
Posting Komentar