Senin, 04 November 2019

Lahir Kita Adalah Anugerah

Hanya ada satu kemungkinan diantara tiga ratus ribu miliar kemungkinan yang ada, bahwa manusia yang akhirnya hadir itu adalah anda. Dengan kata lain, tiga ratus ribu miliar ( sel sperma ) saudara kandung anda tidak lolos seleksi, Yang lolos hanya satu, yaitu anda. Begitu sebuah fakta ilmiah yang diungkap oleh Dale Carnege dari sebuah buku klasik, You and Heridity.
Lahir sebagai individu yang unik, Tak ada satupun manusia lain diseluruh dunia yang menyamai keunikan anda, termasuk saudara kembar anda, anda hanya satu – satunya yang ada dibumi, sebuah Mahakarya Spesial yang tiada duanya, tak ada satupun yang lahirnya, pengalaman hidupnya serta matinya sama persis dengan anda.

Tercipta sebagai makhluk ciptaan Allah yang harganya tak terhingga, sangat istimewa.
Bolehkah sepasang mata anda dibeli satu milyar? Bolehkan pendengaran anda ditukar dengan mobil termahal di dunia? Bolehkan kepala anda dibarter dengan rumah mewah?

Ya, harga anda bukan milyaran, bukan triliunan, jauh lebih mahal dari mobil termahal, jauh lebih istimewa dari rumah yang mewah. Harga anda tak ternilai.

Makhluk spesial tentu juga dihargai dengan tugas yang spesial pula. Makhluk terhormat harus diberi tugas yang terhormat pula. Makhluk berharga harus diberi tanggungjawab yang amat berharga pula. Jika makhluk terhormat diberi tugas dan wewenang yang remeh, tentu hal itu menjadi pelecehan terhadapnya. Makhluk istimewa tapi diberi tugas yang biasa – biasa saja, tentu bentuk penghinaan. Orang besar harus diberi tugas yang besar!!.

Begitupun manusia sebagai makhluk yang harganya tak ternilai, tugas yang diberikan oleh Tuhan juga tak ternilai. Apa tugasnya? Yakni menjadi Khalifah. Menjadi Wakil Tuhan Dimuka Bumi.
Sebuah tugas dan tanggungjawab yang sangat terhormat, sebuah tugas yang memang sangat berat. Tapi inilah konsekwensi menjadi makhluk yang mulia. Tanda kemuliaan tidak hanya terjabar dam beentuk raga yang sempurna, symbol kehormatan bukan hanya terlihat dari penciptaan akal yang memang istimewa, tapi juga terlihat dari tanggungjawab yang disertakan oleh tuhan terhadapnya.
Berani menjadi manusia, harus berani memegang tanggungjawab yang disertakan tuhan terhadapnya. Berani menjadi manusia harus berani mengemban tugas kehormatan yang diamanatkan oleh Sang Pencipta kepadanya.

Tapi lihatlah perilaku begitu banyak  manusia. Mereka melecehkan dirinya dengan tertunduk kepada makhluk yang diciptakan lebih rendah darinya. Mereka menjual martabat demi meraih pangkat, mereka menukar harga dirinya demi meraih limpahan harta, mereka mengorbankan kemuliaannya dengan  mengisi hidupnya dengan beragam aktivitas yang tak pantas dilakukan oleh sosok makhluk mulia.

Jangan pernah meremehkan hasil karya Tuhan dengan pilihan – pilihan hidup kita yang kerdil, jangan pernah melecehkan mahakarya tuhan Tuhan dengan aktivitas – aktivitas kita yang kecil.
Sebuah kedurhakaan yang tak tanggung – tanggung jika kita hanya mengisi hidup dengan beragam kegiatan yang tak layak dikerjakan oleh sang maha karya, tentu sebuah kedzaliman yang tak terkira jika kita menjadikan karya yang begitu istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejaran. Lahir, hidup dan mati tanpa meninggalkan warisan berharga, tanpa  menyumbangkan prestasi dan kontribusi yang memberi manfaat bagi sekitarnya.

Mari beristighfar dan menyesali segala salah yang selama ini tak kunjung berhenti kita lakukan, “ Ya Allah, Maaf, Kau alirkan nikmat, kami balas dengan maksiat, sehatnya mata dipakai berbuat nista, sehat telinga dipakai mendengar yang sia-sia, bugarnya raga dipakai berbuat hina, lisan yang bisa bicara dipakai ngomong tak bermakna, kaki yang kuat dipakai jalan ketempat yang sesat, dikasih amanah malah khianat, dikasi rezeki malah sombong tak henti – henti, diberi kehormatan malah angkuhnya bukan main. Tolong, ampuni kami Ya Allah, jangan sampai kekufuran kami menjadikan Mu murka dan mencabut segala nikmat dari kami. Jangan sampai kami baru sadar setelah seluruh anugerah terenggut dari kami. Mohon maaf YA Allah, hanya semenit kucoba menutup mata, menutup telinga lemaskan kaki dan bisukan lisan, betapa tak enaknya, tak terbayangkan jika nikmat mata, telinga, lisan dan raga engkau renggut.”

“ Bukan Kedzaliman yang tak terkira jika kita menjadikan mahakarya yang istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejarah. Lahir, hidup, lalu mati tanpa meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya”
__ Ahmad Rifa’I Rif’an __

Tidak ada komentar:

Voice Clarity di Windows 11

Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Voice Clarity dalam perilisan Windows 11 Insider Build 26040. Awalnya, fitur ini eksklusif untuk...