Sabtu, 16 November 2019

Sang Elang


      Elang merupakan jenis unggas yang mepunyai umur paling panjang di dunia, umurnya bahkan bisa sampai 70 tahun, tetapi untuk merasakan umur panjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat diumurnya yang ke-40 tahun.

       Jarang yang tahu ketika elang telah berumur 40 tahun, ternyata cakarnya mulai menua, paruhnya mulai memanjang dan membengkok hampir menyentuh dadanya, sayapnya juga demikian, menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal sehingga menyulitkan elang untuk terbang,
Nah, pada saat itu elang mempunyai dua pilihan. Pilihan pertama, ia pasrah dengn keadaan dan kelemahannya itu, pilihan kedua ia harus berjuang untuk melalui suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan kurang lebih selama 150 hari. Pilihan pertama resikonya tentu saja akan menjadi mkahluk lemah yang hidupnya tinggal  menunggu kematia. Pilihan kedua, ia menjadi makhluk dengan kekuatan baru sehingga mempunyai peluang untuk menjadi lebih kuat , lebih tangguh dan hidup lebih lama lagi.

     Bagaimana elang mengalami proses transformasi itu? Sunggu penuh perjuangan, elang harus berusaha keras keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung. Pertama – tama elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, terbayang sakitnya bagaimana? Ia kemudian berdiam beberapa lama dan menunggu tumbuhnya paruh baru, Nah dengan paruh yang baru itulah ia mencabut satu persatu cakarnya, dan ketika cakar yang baru telah tumbuh, ia mencabut bulunya satu demi satu, sebuah proses yang sangat panjang dan begitu menyakitkan.

      Lima bulan kemudian bulu – bulu elang yang baru sudah tumbuh, kini elang mulai bisa terbang kembali dengan paruh, sayap dan cakar yang baru, elang mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energy. Sang elangpun kini tak lagi bernama elang, ia lebih dikenal sebagai BURUNG RAJAWALI.

      Seperti sang elang, begitu jugalah kehidupan manusia, penuh dengan pilihan, kita berhak memilih menjadi orang baik atau buruk, pahlawan atau pecundang, sukses atau gagal. Kita diberi pilihan oleh Allah untuk menjadi kuper atau super, hero atau zero, something atau nothing. Setiap pilihan mempunyai resikonya masing masing, ketika kita memutuskan untuk pilihan pertama, kita harus bersiap untuk kehidupan yang lebih santai namun kita tidak akan  menjadi apa – apa, namun apabila kita memilih pilihan yang kedua, kita akan dihadapkan dengan kehidupan yang sayang melelahkan diawal, menyakiykan diawal, penuh perjuangan rasa sakit namunpantang menyerah. Di dunia ini tidak ada sukses yang diraih dengan gratis, kita harus siap untuk membayar harga dari sebuah kesuksesan, yaitu dengan proses dan itu tidak murah dan mudah, semua resiko itulah harganya.

“ Hanya orang yang berani gagal total yang akan meraih kebahagiaan total “
-John F. Kennedy-

Tidak ada komentar:

Voice Clarity di Windows 11

Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Voice Clarity dalam perilisan Windows 11 Insider Build 26040. Awalnya, fitur ini eksklusif untuk...