Rabu, 18 Maret 2015

mengapa harus anjing ??


Mending Surabaya daripada jakarta, remaja surabaya masih bisa membedakan antara Asu ( anjing ) dan manusia, beda lagi dengan remaja jakarta ini yang sebagian besar tidak bisa membedakan antara anjing dan manusia, anjing dan kucing, anjing dan teman mereka sendiri bahkan parahnya lagi anjing seringkali disandingkan dengan tuhan mereka.

Pengalaman pribadi saja ni, beberapa hari yang lalu siswa kebetulan saja seorang siswa berdiri di samping saya dengan bangga dan nada lantang dia berkata “ demi Allah lu anjing telat mulu masuk kelas“ astaghfirullahal’adzim  ampunilah dosa hambamu ini ya Allah, bukan hanya itu beberapa remajapun juga tidak bisa membedakan antara anjing dan kucing. Beberapa hari yang lalu juga saya yang sedang megendarai motor seketika berhenti dan merasa bingung sendiri mendengar seorang anak yang kaget karena motornya hampir menabrak anak kucing, anehnya setelah dia tau kalo yang hampir dia tambar itu anak kucing spontan saja dia berkata “ wah anak kucing, anjing “ lah sebenarnya yang dia liat anak kucing, anjing apa anak kucing yang tiba – tiba menjadi anjing karena mau di tabrak ?? padahal jelas- jelas low yang hampir di tabrak itu kucing, bukan anjing.

            Tapi inilah budaya, saking kreatifnya anak –anak jaman sekarang tapi mengapa harus kata itu yang dipilih? Kalau di surabaya ( asu )Anjing ini biasa diucapkan ketika seseorang sedang marah, tapi kalau dijakarta mau marah, mau seneng, mau lagi mabuk ini anjing sering saja kluar dari mulut remaja – remaja ini.

Tidak ada komentar:

Voice Clarity di Windows 11

Microsoft memperkenalkan fitur baru bernama Voice Clarity dalam perilisan Windows 11 Insider Build 26040. Awalnya, fitur ini eksklusif untuk...