Mending Surabaya daripada jakarta, remaja surabaya masih bisa membedakan
antara Asu ( anjing ) dan manusia, beda lagi dengan remaja jakarta ini yang
sebagian besar tidak bisa membedakan antara anjing dan manusia, anjing dan
kucing, anjing dan teman mereka sendiri bahkan parahnya lagi anjing seringkali disandingkan
dengan tuhan mereka.
Pengalaman pribadi saja ni, beberapa hari yang lalu siswa kebetulan
saja seorang siswa berdiri di samping saya dengan bangga dan nada lantang dia
berkata “ demi Allah lu anjing telat mulu masuk kelas“ astaghfirullahal’adzim
ampunilah dosa hambamu ini ya Allah,
bukan hanya itu beberapa remajapun juga tidak bisa membedakan antara anjing dan
kucing. Beberapa hari yang lalu juga saya yang sedang megendarai motor seketika
berhenti dan merasa bingung sendiri mendengar seorang anak yang kaget karena
motornya hampir menabrak anak kucing, anehnya setelah dia tau kalo yang hampir
dia tambar itu anak kucing spontan saja dia berkata “ wah anak kucing, anjing “
lah sebenarnya yang dia liat anak kucing, anjing apa anak kucing yang tiba –
tiba menjadi anjing karena mau di tabrak ?? padahal jelas- jelas low yang
hampir di tabrak itu kucing, bukan anjing.
Tapi inilah budaya, saking
kreatifnya anak –anak jaman sekarang tapi mengapa harus kata itu yang dipilih? Kalau di surabaya ( asu )Anjing
ini biasa diucapkan ketika seseorang sedang marah, tapi kalau dijakarta mau
marah, mau seneng, mau lagi mabuk ini anjing sering saja kluar dari mulut remaja
– remaja ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar